15 July 2016

Posted by Virtech Indonesia | File under : ,

BAB 9 Ilmu Budaya Dasar: Manusia dan Tanggung Jawab

  1. A. Pengertian Tanggung Jawab

     Menurut kamus umum Bahasa Indonesia, Tanggung Jawab berarti keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab karena manusia menyadari semua perbuatannya dari yang baik dan yang buruk karena sebuah tanggung jawab adalah kewajiban atau beban yang harus dipikul atau dipenuhi dari akibat perbuatan manusia.

     Tanggung Jawab bersifat kodrati yang sudah menjadi bagian dari kehidupan Manusia, karena setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab. Tanggung jawab dapat dilihat dari dua sisi, yaitu:

  1. // Sisi pihak yang berbuat, ia harus menyadari akibat perbuatannya itu dan harus memulihkan ke dalam keadaan baik
  2. // Sisi kepentingan pihak lain, jika si pembuat tak mau bertanggung jawab, maka pihak lain yang akan memulihkan dengan cara individual atau kemasyarakatan.

  1. B. Macam-Macam Tanggung Jawab

  1. a. Tanggung Jawab terhadap diri sendiri

     Tanggung Jawab ini menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Pada pointnya, seseorang harus dapat bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya terhadap dirinya sendiri dan biasanya dikaitkan dengan kesalahan yang dibuat dirinya sendiri seperti kelengahan, dan keliruan.

  1. b. Tanggung Jawab terhadap keluarga

     Keluarga adalah sekelompok masyarakat terkecil dan terdekat bagi seluruh individu didunia ini. Semua manusia didunia pasti memiliki keluarga dan akan memiliki keluarga.Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab pada keluarganya yang menyangkut nama baik keluarga dan juga kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.

  1. c. Tanggung Jawab terhadap Masyarakat

     Manusia bukanlah makhluk yang bisa hidup sendiri. Manusia pasti memerlukan orang lain dalam hidupnya karena manusia merupakan makhluk social. Manusia merupakan anggota masyarakat yang mempunyai tanggung jawab kepada manusia lain seperti anggota masyarakat yang lain dapat melangsungkan kehidupannya.

  1. d. Tanggung jawab kepada Bangsa/Negara

     Setiap individu yang tinggal disuatu tempat atau daerah entah itu diprovinsi banten, jawa barat, individu tersebut juga bagian dari seorang warga negara di negara yang ditinggalinya. Manusia tak dapat berbuat semaunya sendiri. Jika perbuatannya salah, maka ia harus bertanggung jawab pada negara.

  1. e. Tanggung jawab terhadap Tuhan

     Tuhan menciptakan manusia bukan tanpa alas an. Manusia diciptakan sebenarnya untuk melangsungkan kehidupannya sehingga manusia tersebut dapat melakukan peribadatan sesuai dengan agama yang dianutnya. Manusia memiliki tanggung jawab yang besar kepada Tuhan atas apa saja yang dilakukannya. Tuhan telah menyiapkan berbagai hukuman setimpal atas perbuatan yang dilakukan oleh manusia, dan itulah tanggung jawab yang harus dipikul oleh tiap manusia. Jika manusia telah diingatkan melalui hukuman oleh Tuhan, maka manusia akan dikutuk karena dianggap meninggalkan tanggung jawabnya terhadap Tuhan sang pencipta.

  1. C. Pengabdian dan Pengorbanan

  1. a. Pengabdian

     Pengabdian merupakan perbuatan yang baik dan berupa pikiran, pendapat atau tenaga. Pada hakekatnya, pengabdian adalah rasa tanggung jawab terhadap seseorang yang lain. Pengabdian berarti pula dengan penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan.

Dalam kasus ini, pengabdian dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu:
  1. // Pengabdian kepada agama atau kepada Tuhan. Dalam pengabdian ini, manusia meninggalkan seluruh kehidupan duniawinya (keluarga, waktu, tenaga, pikiran) dan menghabiskan seluruh hidupnya untuk melakukan kegiatan yang memuliakan Tuhan, seperti para Biarawan/biarawati, dan Bhiksu/bhiksuni
  2. // Pengabdian kepada negara atau bangsa. Dalam pengabdian ini, manusia memberikan seluruh waktunya (tidak dengan seluruh kehidupannya) dan tenaga untuk mengabdi kepada negaranya. Seperti PNS yang bekerja di tempat terpencil seperti guru. Mereka rela tak dibayar dan rela memberikan seluruh waktu dan tenaganya untuk mendidik anak-anak didaerah terpencil tersebut agar mereka mendapatkan pendidikan.

  1. b. Pengorbanan

     Berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan. Pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Pengorbanan dalam arti pemberian sebagai tanda kebaktian tanpa tanda pamrih
     Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran, perasaan dan jiwa dan diserahkan secara ikhlas tanpa tanda pamrih, dan perjanjian. Sedangkan pengabdian lebih merujuk kepada perbuatan. Dalam pengabdian selalu dituntut pengorbanan, tetapi didalam pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.

Disusun oleh:
Fredika Budi Romadhona
1IA08
52415778

0 comments:

Post a Comment