MAKALAH
ILMU BUDAYA DASAR
“ANALISIS
BUDAYA YANG ADA DI INDONESIA”
Disusun
Oleh:
Fredika
Budi Romadhona (52415778)
1IA08
UNIVERSITAS
GUNADARMA
FAKULTAS
TEKNOLOGI INDUSTRI
Mata
Kuliah: Ilmu Budaya Dasar
Dosen:
Bapak Edi Fakhri
KATA
PENGANTAR
Puji syukur saya
panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan
hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan makalah tentang Analisis Budaya Yang Ada
Di Indonesia ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga
kami berterima kasih pada Bapak Edi Fakhri selaku Dosen mata kuliah Ilmu Budaya
Dasar Universitas Gunadarma yang telah memberikan tugas ini kepada saya.
Saya sangat berharap
makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita
mengenai dampak negatif yang ditimbulkan dari beberapa budaya yang ada di
Indonesia, khususnya pada saat Hari Raya Idul Fitri. Saya juga menyadari
sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata
sempurna. Oleh sebab itu, saya berharap adanya kritik, saran dan usulan demi
perbaikan makalah yang telah saya buat di masa yang akan datang, mengingat
tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah
sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya makalah
yang telah disusun ini dapat berguna bagi saya sendiri maupun orang yang
membacanya. Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata
yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun dari Bapak
demi perbaikan makalah ini di waktu yang akan datang.
Tangerang
Selatan, 31 Juli 2016
Fredika Budi
Romadhona
DAFTAR
ISI
BAB I: PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
1.2. Rumusan Masalah
1.3. Tujuan
BAB II: ISI
2.1.
Definisi Budaya
2.2.
Definisi dari Mudik
2.3.
Problematika Yang Terjadi Ketika Musim Mudik
2.4.
Solusi Yang Ada Saat Musim Mudik
BAB III: PENUTUP
3.1.
Kesimpulan
Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Indonesia
merupakan negara yang sangat kaya akan budayanya. Sudah banyak anak bangsa
negeri ini yang mengharumkan budaya Indonesia di kancah Internasional. Sleain
budaya yang ada sejak dulu, ada pula budaya yang timbul dimasyarakat yang sudah
menjadi kebiasaan sejak lama dan hingga kini masih tetap berlanjut.
Budaya
yang timbul dimasyarakat sebenarnya sangat positif, tetapi tidak sedikit juga
budaya yang ada di masyarakat seperti itu yang berdampak sangat negatif.
Semisal budaya Mudik yang selalu ada setiap Idul Fitri. Sangat banyak
problematika yang terjadi seperti kemacetan, kelangkaan BBM dan yang lainnya.
1.2. Rumusan Masalah
Pada
makalah ini, saya akan membahas materi berupa:
1. Definisi Budaya
2. Definisi dari Mudik
3. Problematika Yang Terjadi
Ketika Musim Mudik
4. Solusi Yang Ada Saat Musim
Mudik
1.3. Tujuan
Tujuan
dari pembuatan makalah ini adalah tak lain dan tak bukan untuk menambah wawasan
tentang apa itu Budaya, apa itu Mudik, hal-hal apa saja yang bisa terjadi saat
mudik, dan solusi apa saja yang dapat diambil ketika terjadi sebuah
problematika terhadap Mudik yang selalu diikuti dengan kata Kemacetan.
BAB II
ISI
2.1. Definisi Budaya
Budaya
atau kebudayaan berasal dari bahasa sanskerta yaitu buddhayah (Jamak: buddhi
yang berarti budi atau akal) yang diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan
dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris disebutkan bahwa kebudayaan
disebut sebagai culture yang berasal dari kata Latin yaitu Colere yang berarti
mengolah atau mengerjakan. Kata culture sendiri sering diartikan kedalam bahasa
Indonesia sebagai kultur.
Budaya
adalah cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok
orang atau masyarakat, yang diwariskan dari generasi ke generasi hingga kini.
Budaya terbentuk dari berbagai unsur-unsur yang sangat rumit seperti agama,
politik, pakaian adat istiadat, bahasa, dan lainnya. Budaya adalah suatu pola
hidup yang menyeluruh dan bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek
yang mempengaruhi perilaku komunikatif seperti unsur-unsur sosio-budaya dan
banyak kegiatan sosial manusia.
2.2. Definisi dari Mudik
Mudik
merupakan kegiatan para perantau atau pekerja yang kembali lagi ke kampung halamannya
yang sudah menjadi tradisi bahkan telah menjadi budaya orang Indonesia. Mudik
bagi masyarakat Indonesia dilakukan pada saat menjelang hari raya idul fitri
atau hari raya Lebaran dan pada saat ini seluruh sanak keluarga akan kembali
lagi ke kampung halamannya.
Kata
Mudik berasal dari kata “Udik” yaitu artinya selatan/hulu. Di Indonesia, mudik
juga dijadikan sebagai bentuk bakti seseorang terhadap orang tuanya. Ketika mereka
merantau dan sukses, mereka akan kembali pulang ke kampung halaman untuk
kembali bersilaturahmi dengan keluarga besarnya bersama-sama.
Bagi
sebagian besar para perantau, mudik akan dirasa kurang pas dengan tidak membawa
hasil kerjanya. Beberapa perantau akan membawa kendaraan pribadi sebagai bukti
kesuksesan selama dia merantau.
2.3. Problematika Yang Terjadi Ketika Musim
Mudik
Pada
tahun 2016, pemerintah di pusingkan dengan membludaknya arus lalu lintas di
pintu keluar brebes timur atau yang sering disebut Brexit. Kemacetan yang
terjadi sudah sangat parah dan stagnan tidak bergerak selama kurang lebih 3
hari. Dalam kejadian ini dinyatakan sekitar 15 orang meninggal dan salah satu
media Inggris mengatakan bahwa ini adalah kemacetan terparah didunia. Korban
yang meninggal tersebut diakibatkan dehidrasi ekstrim karena perbekalan yang
tidak cukup, dan tidak adanya rumah makan yang memadai.
Infrastruktur jalan juga dituding sebagai dalang dari
kemacetan di Brexit. Perhitungan yang kurang tepat dengan pintu kereta yang
menutup setiap 20 menit sekali menjadi problem yang belum selesai. Pikiran dari
masyarakat yang ada di Jakarta, melalui jalan tol menjadi lebih cepat, ya jika
bukan saat mudik. Pertemuan arus lalu lintas dari brebes dan Tegal Timur yang
bertemu sehingga kemacetan juga terjadi di jalan umum bahkan hingga ke Cipali
dan Pantura.
Perilaku masyarakat juga berperan terjadinya kemacetan
yang dianggap horror bagi seluruh media. Ada yang mengatakan “Berperilaku sopan
lah di kota orang”, pernyataan ini sangat benar, dapat dilihat perilaku pemudik
yang melawan arus, menyerobot saat memasuki SPBU, dan arogansi mereka yang tak
terkontrol.
2.4 Solusi Yang Ada Saat Musim Mudik
Banyak
solusi yang ada, pertama dengan menggunakan transportasi umum semisal Kereta
api. Moda transportasi ini dianggap sangat efektif karena sama sekali tidak
terkena kemacetan. Selain itu, biaya yang dikeluarkan juga tergolong terjangkau
dan fasilitas yang diberikan dan kenyamanan sangat terjamin.
Kedua, Pesawat
terbang dapat dijadikan alternatif cepat dan aman bagi pemudik, untuk harga
tiket memang tak semurah kereta api, tetapi kecepatan dan fasilitas yang lebih
baik dan standar internasional merupakan salah satu pertimbangan bagi para
pemudik.
Ketiga,
cobalah jalur alternatif, banyak sekali jalur alternatif di pulau jawa. Pada saat
kemacetan parah di brexit, arus pemudik yang melintasi jalur selatan berkurang
hingga 47% dan perjalanan menuju jawa dapat ditempuh dengan jarak waktu normal
atau ketika lalu lintas ramai lancar. Jalur tengah juga mengalami penurunan
yang tidak terlalu signifikan, karena memang jalur ini tidak disukai pemudik
karena jalannya yang berkelok dan minim infrastruktur namun dapat dijadikan alternatif
ketika siang hari.
BAB III
PENUTUP
3.1.
Kesimpulan
Mudik
di Indonesia sudah menjadi sebuah tradisi bahkan dikatakan sebagai budaya orang
Indonesia untuk mengunjungi sanak keluarga yang berada di kampung halaman
ketika lebaran tiba. Mereka saling bersilaturahmi dengan hikmat di kampung halaman
setelah setahun merantau.
Memang,
mudik tak bisa lepas dari segala peroblematikanya. Kemacetan, kecelakaan,
perilaku pemudik yang tak sopan dan tak sabaran adalah hal yang harus dilalui
demi sanak keluarga di kampung. Terlepas dari itu semua, mudik membawa
kebahagiaan bagi seluruh masyarakat di Indonesia bahkan di luar negeri.
DAFTAR PUSTAKA

