18 November 2015

Posted by Virtech Indonesia | File under : ,
TUGAS SOFT SKILL
ILMU SOSIAL DASAR
"PEMUDA DAN SOSIALISASI"


Disusun Oleh:
Fredika Budi Romadhona (52415778)
1IA08

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI  
 Mata Kuliah : Ilmu Sosial Dasar 
 Dosen : Ibu Sri Hermawati




DAFTAR ISI

Bab I: Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan dan Manfaat
Bab II: Isi
2.1 Definisi Dari Pemuda
2.2 Definisi Dari Sosialisasi
2.3 Peran Pemuda di Era Globalisasi
2.4 Cara Pemuda Bersosialisasi di Era Globalisasi
Bab III: Penutup
3.1 Kesimpulan
Refrensi


BAB I

PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang
        Pemuda merupakan seorang manusia yang mampu menempatkan dirinya di sosial masyarakat, tidak seperti halnya anak-anak atau remaja, pemuda cenderung lebih bisa mengarahkan dirinya ke arah yang lebih baik, mampu berfikir kritis, memiliki karakteristik yang unik, dan merupakan seorang yang bisa ditempatkan sejajar oleh orang dewasa yang lebih tua dari pada dirinya. Di era globalisasi, banyak pemuda yang semakin kreatif dengan pikiran-pikiran uniknya. Mereka memiliki pandangan yang unik tentang cara bersosialisasi dengan masyarakat luas karena pemuda adalah figur yang memiliki kekuatan untuk melanjutkan kehidupan berbangsa dan bernegara kelak.

1.2. Rumusan Masalah
        Dalam bahasan kali ini, saya akan menjelaskan beberapa poin sesuai dengan latarbelakang diatas, yaitu:
- Definisi dari Pemuda
- Definisi dari Sosialisasi
- Peran Pemuda di era Globalisasi
- Cara para Pemuda bersosialisasi di era Globalisasi

1.3. Tujuan dan Manfaat
        Tujuan tulisan ini adalah bagaimana peran dan cara-cara seorang pemuda bersosialisasi di era Globalisasi yang sedang berkibar. Manfaat yang akan kita dapat tentunya kita dapat mengetahui cara cara seorang pemuda bersosialisasi di era globalisasi sehingga dapat memajukan bangsa dan negaranya.


BAB II

ISI


2.1. Definisi dari Pemuda
        Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pemuda adalah orang muda laki-laki atau orang yang masih muda yang merupakan orang yang dianggap dapat menjadi harapan bangsa. Tetapi, menurut UU nomor 40 pasal 1 ayat 1 tahun 2009 yang berbunyi "Pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun". Kaum muda adalah sosok yang vital di tiap perubahan sebab pemuda berjalan menggunakan idealisme dan moral ketika mencermati problem yang ada. Di era globalisasi, peran pemuda sangat dibutuhkan untuk mengadakan perubahan bagi bangsa dan negara, karena pemuda memiliki tipikal pikiran yang unik dan revolusioner yang dapat membuat perubahan bagi bangsanya.
        Pemuda kini dianggap sebagai tokoh yang keberadaannya di perhitungkan, karena pemuda lah yang dapat membawa bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik. Namun, sejumlah pihak tak bertanggung jawab menganggap pemuda indonesia memiliki sikap yang pragmatis, tipisnya rasa spirit kebangsaan, dan pemuda dianggap sebagai orang yang memiliki sikap yang acuh tak acuh. Apapun itu, pemuda merupakan orang yang tidak bisa dianggap remeh, pemuda adalah tokoh penerus bangsa yang dapat membuat negeri ini akan harum namanya di kancah internasional, karena pemuda sebenarnya memiliki rasa cinta Indonesia yang tinggi.

2.2. Definisi dari Sosialisasi
        Secara garis besar, Sosialisasi dapat diartikan sebagai proses belajar mengajar yang membuat seorang individu belajar menjadi anggota masyarakat dimana individu tersebut dapat belajar tentang pola berperilaku sosial tetapi individu tersebut dapat mengembangkan dirinya atau pendewasaan dirinya. Namun, sebenarnya ada beberapa tokoh yang mengartikan beda tentang apa itu Sosialisasi, yaitu:
1. Charlotte Buchler mengatakan, Sosialisasi merupakan proses yang membuat individu belajar dan menyesuaikan diri tentang bagaimana cara hidup dan berfikir agar ia dapat berperan dan berfungsi di kelompoknya.

2. Peter Burger mengartikan Sosialisasi sebagai proses seorang anak menjadi seorang anggota yang berpatisipasi dalam msyarakat.

3. Bruce. J Cohen berkata Sosialisasi adalah proses manusia mempelajari tata cara kehidupan dalam masyarakat untuk memperoleh kepribadian dan membangun kapasitasnya sehingga dapat berfungsi dengan baik sebagai individu ataupun sebagai anggota sebuah kelompok.

4. Robert. M. Z Lawang mendefinisikan sosialisasi sebagai proses mempelajari nilai, norma, dan semua persyaratan lainnya yang diperlukan untuk memungkinkan partisipasi yang efektif dalam kehidupan sosial.

5. Soerjono Soekamto menjelaskan Sosialisasi sebagai proses dimana anggota masyarakat yang baru mempelajari norma-norma dan nilai-nilai masyarakat dimana ia menjadi anggota.

Jadi, dapat diambil kesimpulan, Sosialisasi merupakan proses dimana seseorang mempelajari pola-pola kehidupan dalam bermasyarakat sesua dengan nilai, norma, dan kebiasaan.

2.3. Peran pemuda di era Globalisasi
        Peran pemuda kini sangat didesak keberadaannya dan aksinya di era globalisasi agar Indonesia tidak jatuh lebih buruk. Tidak dipungkiri lagi, seluruh masyarakat Indonesia harus kembali ke landasan Pancasila yang telah dianut sejak awal namun kini sudah sangat pudar di dalam diri masyarakat Indonesia. Namun apa peranan pemuda di era ini? Banyak yang berpendapat, pemuda hanya bisa bersikap anarkis, apatis, acuh tak acuh, dan bersikap lemah yang akhirnya membuat mereka terjun bebas ke dalam kegagalan karena mereka tidak memiliki semangat juang yang tinggi tetapi mereka lebih menyukai hal-hal yang berbau "Instan" dan serba cepat.
        Memang benar, Pemuda Indonesia kini telah pudar rasa nasionalisme mereka, terlihat dari sikap mereka yang hanya berkoar-koar di sosial media namun tidak melakukan aksi nyata untuk negerinya sendiri. Pemuda di era Globalisasi kini lebih condong menganut budaya luar, budaya barat. Sebenarnya negaranya sendiri sudah memiliki budaya yang banyak yang telah diakui oleh banyak negara, seperti halnya batik Indonesia yang pemuda Indonesia malu untuk mengenakannya karena dianggap terlalu tua, tidak modis dan sebagainya, namun Batik adalah simbol nasional, simbol kekayaan budaya Indonesia yang beraneka ragam.
        Tetapi, kini banyak pemuda yang mulai sadar tentang apa itu rasa nasionalisme. Mereka mulai kembali menganut asas pancasila dan kembali lagi kepada Indonesia. Banyak pemuda Indonesia yang kini mulai mencintai budaya Indonesia seperti halnya batik, dan tarian Saman dan Pemuda tersebut pun telah meraih prestasi Internasional sebagai bukti bahwa Indonesia itu mampu. Kini banyak pemuda Indonesia yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia yang tentunya tidak dapat saya sebutkan satu per satu.

2.4. Cara para Pemuda Bersosialisasi di era Globalisasi
        Kita tahu, Pemuda penuh akan kreativitas dalam hidupnya, dan kita tahu bahwa pemuda itu penuh akan ide-ide unik. Banyak dari pemuda Indonesia memiliki cara-cara unik untuk dapat bersosialisasi dan menyerukan pendapat mereka, seperti aksi demonstrasi, aksi kepedulian, bermusyawarah, dan masih banyak lagi. Mahasiswa merupakan pemuda yang sudah matang pikiran dan matang perilaku, mereka pun mengerti cara bersosialisasi yang baikm dan benar itu seperti apa. Kalaupun mereka menggelar aksi demo, para pemuda ini akan melakukannya dengan tertib yang mereka inginkan agar aspirasi mereka didengar, itu salah satu contohnya.
        Lalu bagaimana dengan pemuda yang lain? Mereka lebih suka berkoar-koar di sosial media, menyerukan pendapat mereka, menandatangani petisi online, bermusyawarah dengan sesama pemuda atau masyarakat luas. Tetapi mereka memiliki kontrol emosional yang rendah, mudah terpancing dan mudah marah. Seperti halnya mahasiswa yang berdemo, hanya karena kedatangan polisi yang mengamankan mereka, para mahasiswa tersebut menjadi ricuh. Mereka tidak perlu berdemo seperti itu, mereka harus bergerak, melakukan aksi nyata bahwa mereka itu bisa. Mahasiswa adalah kaum intelektual yang sedang menempuh pendidikan, tugas mereka adalah belajar, mencetak prestasi bukan berdemo. Jika kalian ingin menyampaikan aspirasi kalian, sampaikan dengan prestasi yang membanggakan dan mengharumkan nama Indonesia.
        Selain itu, jika diperhatikan, Cara para pemuda bersosialisasi di era globalisasi ini lebih menyukai menggunakan teknologi. Mereka tidak menyukai bersosialisasi secara langsung antar individu. Albert Einstein pernah mengatakan ketakutannya terhadap teknologi yang ternyata kini menjadi nyata "Aku takut suatu hari teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.". Apakah cara ini dapat diubah? Tentu saja bisa dan pasti bisa dilakukan.


BAB III

PENUTUP



3.1. Kesimpulan
        Pemuda adalah bagian dari lapisan masyarakat yang memiliki nilai intelektual tinggi dan kecerdasan luar biasa. Mereka adalah golongan terdidik yang sudah matang, tahu mana yang benar dan yang salah. Kepintaran yang dimiliki oleh pemuda tidak dapat dianggap remeh, karena mereka lah sang pemimpin bangsa dimasa depan, mereka lah tonggak Indonesia di masa mendatang. Perspektif bahwa pemuda itu arogan, individualis, dan tidak bisa diandalkan kini telah dipatahkan oleh segudang prestasi anak bangsa yang satu ini. Tak dapat dipungkiri lagi, mereka pantas disebut sebagai pemuda tonggak perubahan bangsa.


Refrensi:
http://pemuda-dan-sosialisasi.blogspot.co.id/2011/10/pemuda-dan-sosialisasi.html
http://www.goodreads.com/quotes/879862-aku-takut-suatu-hari-teknologi-akan-melampaui-interaksi-manusia-dunia
http://www.woi-belilah.id/warta/kespora/147-peran-pemuda-di-era-globalisasi-untuk-kejayaan-indonesia
http://www.apapengertianahli.com/2015/06/pengertian-sosialisasi-dan-tujuan-sosialiasi.html
http://www.kompasiana.com/soekamto/pemuda-16-30-tahun_5520bc2d813311c57619f795
http://kbbi.web.id/pemuda

15 November 2015

Posted by Virtech Indonesia | File under : , , ,
motorcycle-usa.com
Konspirasi MotoGP kini mulai bergulir kembali di tahun 2015 yang melibatkan Jorge Lorenzo, Valentino Rossi, dan Marc Marquez. Kita tahu, Valentino Rossi hanya kalah tipis dari Lorenzo, yaitu terpaut 5 point saja dari sang World Champion 2015 Jorge Lorenzo. Lalu, diluar sana banyak yang menanyakan apa yang terjadi dengan MotoGP 2015?

Kejadian antara Marquez dan Rossi memang sudah dimulai sejak awal, insiden senggolan antara Rossi dan Marc yang membuat Marc terjatuh di lap-lap terakhir, dan insiden yang terjadi saat mereka berdua side-by-side di turn terakhir yang membuat Vale harus terpaksa memotong jalan sirkuit sehingga Rossi finish pertama. Inilah opini saya mengapa Marc mau membantu Lorenzo, ya karena dendam Marc terhadap Rossi (ini hanyalah opini saya yang pertama).

Puncak dari ini semua berawal di Philip Island yaitu terlihat bahwa Marc memperlambat jalannya Rossi hingga pada saat Konfrensi Pers Rossi berucap "Marc telah membantu Lorenzo untuk menang". Lalu, puncak dari emosi Rossi adalah ketika Race Sepang #SepangClash, sangat terlihat jelas bahwa Marc memperlambat Rossi. Sebenarnya Rossi sudah memberi isyarat menggunakan tangan kirinya yang berarti manuver Marc sudah sangat berbahaya, namun Marc tidak menghiraukannya hingga pada akhirnya Rossi melebar dan memperlambat motornya untuk menghambat Marc. Tujuannya hanya untuk memberitahukan bahwa manuvernya sangat berbahaya, namun Marc terus memacu motornya hingga muncul sebuah insiden yang membuat Marc jatuh seolah-oleh "ditendang" oleh Vale.
motomazine.com
"Aku tidak menendangnya, tetapi motor Marc lah yang membuat kakiku terlepas dari footstep sehingga seperti aku menendangnya, kau tahu motor RC213V dan M1 itu sangat berat, sehingga mustahil bagiku untuk menendangnya hanya dengan sekali sentuhan"-Vale

"Jelas sekali dia (Vale) memperlambat motorku dengan melebarkan motornya, ketika aku ingin keluar tikungan, kakinya menyentuh brake lever motorku sehingga aku terjatuh"- Marc.

Cukup sampai disini saya membahasnya, tetapi saya akan membahas efek dari kejadian ini. Sector No Limits secara resmi telah memutus kontrak dengan Lorenzo pada tahun ini. Sector adalah sebuah brand Jam tangan Italia yang menjunjung tinggi sportifitas, lalu ada pula Gas Jeans yang secara resmi hengkang tahun ini dan tidak memperpanjang kontrak dengan Marc, dan yang terakhir adalah VR|46, perusahaan suvenir balap milik Vale yang secara resmi memutus kontrak dengan MM93 dan mengembalikan suvenir tersebut kepada Marc. Dengan ditendangnya Marc dari VR|46, Marc akan merugi Rp 9 miliar lebih.

Kita tidak tahu tentunya apa yang terjadi dengan Drama Spanyol ini, tetapi yang pasti, dengan kejadian ini, tentu saja telah melukai nilai sportifitas di dalam MotoGP dan telah melukai fans MotoGP. Di Sepang pula, Lorenzo melakukan aksi thumb down ketika Rossi menerima tropinya dan telah membuat Yamaha marah karena Lorenzo mengintervensi Rossi ke CAS tanpa seizin Yamaha, tentunya Lorenzo tidak terlibat dengan ini tetapi Yamaha menanyakan maksud dari Lorenzo tersebut. Hingga kini, Lorenzo dan Rossi pun belum bertegur sapa bahkan ada rumor, Yamaha akan meninjau ulang kontraknya dengan Lorenzo.

Sumber:
http://tmcblog.com/2015/11/13/merambah-ke-bisnis-brand-mm93-didepak-dari-vr46-store/
http://iwanbanaran.com/2015/11/15/motogp-jorge-lorenzo-akui-belum-tegur-sapa-dengan-valentino-rossi-hingga-detik-ini/
http://pertamax7.com/2015/11/15/gas-jeans-italy-putuskan-kontrak-dengan-marquez/