TUGAS SOFT SKILL
ILMU SOSIAL DASAR
"PEMUDA DAN SOSIALISASI"
ILMU SOSIAL DASAR
"PEMUDA DAN SOSIALISASI"
Disusun Oleh:
Fredika Budi Romadhona (52415778)
1IA08
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
Mata Kuliah : Ilmu Sosial Dasar
Dosen : Ibu Sri Hermawati
DAFTAR ISI
Bab I: Pendahuluan1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan dan Manfaat
Bab II: Isi
2.1 Definisi Dari Pemuda
2.2 Definisi Dari Sosialisasi
2.3 Peran Pemuda di Era Globalisasi
2.4 Cara Pemuda Bersosialisasi di Era Globalisasi
Bab III: Penutup
3.1 Kesimpulan
Refrensi
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pemuda merupakan seorang manusia yang mampu menempatkan dirinya di sosial masyarakat, tidak seperti halnya anak-anak atau remaja, pemuda cenderung lebih bisa mengarahkan dirinya ke arah yang lebih baik, mampu berfikir kritis, memiliki karakteristik yang unik, dan merupakan seorang yang bisa ditempatkan sejajar oleh orang dewasa yang lebih tua dari pada dirinya. Di era globalisasi, banyak pemuda yang semakin kreatif dengan pikiran-pikiran uniknya. Mereka memiliki pandangan yang unik tentang cara bersosialisasi dengan masyarakat luas karena pemuda adalah figur yang memiliki kekuatan untuk melanjutkan kehidupan berbangsa dan bernegara kelak.
1.2. Rumusan Masalah
Dalam bahasan kali ini, saya akan menjelaskan beberapa poin sesuai dengan latarbelakang diatas, yaitu:
- Definisi dari Pemuda
- Definisi dari Sosialisasi
- Peran Pemuda di era Globalisasi
- Cara para Pemuda bersosialisasi di era Globalisasi
1.3. Tujuan dan Manfaat
Tujuan tulisan ini adalah bagaimana peran dan cara-cara seorang pemuda bersosialisasi di era Globalisasi yang sedang berkibar. Manfaat yang akan kita dapat tentunya kita dapat mengetahui cara cara seorang pemuda bersosialisasi di era globalisasi sehingga dapat memajukan bangsa dan negaranya.
BAB II
ISI
2.1. Definisi dari Pemuda
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pemuda adalah orang muda laki-laki atau orang yang masih muda yang merupakan orang yang dianggap dapat menjadi harapan bangsa. Tetapi, menurut UU nomor 40 pasal 1 ayat 1 tahun 2009 yang berbunyi "Pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun". Kaum muda adalah sosok yang vital di tiap perubahan sebab pemuda berjalan menggunakan idealisme dan moral ketika mencermati problem yang ada. Di era globalisasi, peran pemuda sangat dibutuhkan untuk mengadakan perubahan bagi bangsa dan negara, karena pemuda memiliki tipikal pikiran yang unik dan revolusioner yang dapat membuat perubahan bagi bangsanya.
Pemuda kini dianggap sebagai tokoh yang keberadaannya di perhitungkan, karena pemuda lah yang dapat membawa bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik. Namun, sejumlah pihak tak bertanggung jawab menganggap pemuda indonesia memiliki sikap yang pragmatis, tipisnya rasa spirit kebangsaan, dan pemuda dianggap sebagai orang yang memiliki sikap yang acuh tak acuh. Apapun itu, pemuda merupakan orang yang tidak bisa dianggap remeh, pemuda adalah tokoh penerus bangsa yang dapat membuat negeri ini akan harum namanya di kancah internasional, karena pemuda sebenarnya memiliki rasa cinta Indonesia yang tinggi.
2.2. Definisi dari Sosialisasi
Secara garis besar, Sosialisasi dapat diartikan sebagai proses belajar mengajar yang membuat seorang individu belajar menjadi anggota masyarakat dimana individu tersebut dapat belajar tentang pola berperilaku sosial tetapi individu tersebut dapat mengembangkan dirinya atau pendewasaan dirinya. Namun, sebenarnya ada beberapa tokoh yang mengartikan beda tentang apa itu Sosialisasi, yaitu:
1. Charlotte Buchler mengatakan, Sosialisasi merupakan proses yang membuat individu belajar dan menyesuaikan diri tentang bagaimana cara hidup dan berfikir agar ia dapat berperan dan berfungsi di kelompoknya.2. Peter Burger mengartikan Sosialisasi sebagai proses seorang anak menjadi seorang anggota yang berpatisipasi dalam msyarakat.
3. Bruce. J Cohen berkata Sosialisasi adalah proses manusia mempelajari tata cara kehidupan dalam masyarakat untuk memperoleh kepribadian dan membangun kapasitasnya sehingga dapat berfungsi dengan baik sebagai individu ataupun sebagai anggota sebuah kelompok.
4. Robert. M. Z Lawang mendefinisikan sosialisasi sebagai proses mempelajari nilai, norma, dan semua persyaratan lainnya yang diperlukan untuk memungkinkan partisipasi yang efektif dalam kehidupan sosial.
5. Soerjono Soekamto menjelaskan Sosialisasi sebagai proses dimana anggota masyarakat yang baru mempelajari norma-norma dan nilai-nilai masyarakat dimana ia menjadi anggota.
Jadi, dapat diambil kesimpulan, Sosialisasi merupakan proses dimana seseorang mempelajari pola-pola kehidupan dalam bermasyarakat sesua dengan nilai, norma, dan kebiasaan.
2.3. Peran pemuda di era Globalisasi
Peran pemuda kini sangat didesak keberadaannya dan aksinya di era globalisasi agar Indonesia tidak jatuh lebih buruk. Tidak dipungkiri lagi, seluruh masyarakat Indonesia harus kembali ke landasan Pancasila yang telah dianut sejak awal namun kini sudah sangat pudar di dalam diri masyarakat Indonesia. Namun apa peranan pemuda di era ini? Banyak yang berpendapat, pemuda hanya bisa bersikap anarkis, apatis, acuh tak acuh, dan bersikap lemah yang akhirnya membuat mereka terjun bebas ke dalam kegagalan karena mereka tidak memiliki semangat juang yang tinggi tetapi mereka lebih menyukai hal-hal yang berbau "Instan" dan serba cepat.
Memang benar, Pemuda Indonesia kini telah pudar rasa nasionalisme mereka, terlihat dari sikap mereka yang hanya berkoar-koar di sosial media namun tidak melakukan aksi nyata untuk negerinya sendiri. Pemuda di era Globalisasi kini lebih condong menganut budaya luar, budaya barat. Sebenarnya negaranya sendiri sudah memiliki budaya yang banyak yang telah diakui oleh banyak negara, seperti halnya batik Indonesia yang pemuda Indonesia malu untuk mengenakannya karena dianggap terlalu tua, tidak modis dan sebagainya, namun Batik adalah simbol nasional, simbol kekayaan budaya Indonesia yang beraneka ragam.
Tetapi, kini banyak pemuda yang mulai sadar tentang apa itu rasa nasionalisme. Mereka mulai kembali menganut asas pancasila dan kembali lagi kepada Indonesia. Banyak pemuda Indonesia yang kini mulai mencintai budaya Indonesia seperti halnya batik, dan tarian Saman dan Pemuda tersebut pun telah meraih prestasi Internasional sebagai bukti bahwa Indonesia itu mampu. Kini banyak pemuda Indonesia yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia yang tentunya tidak dapat saya sebutkan satu per satu.
Kita tahu, Pemuda penuh akan kreativitas dalam hidupnya, dan kita tahu bahwa pemuda itu penuh akan ide-ide unik. Banyak dari pemuda Indonesia memiliki cara-cara unik untuk dapat bersosialisasi dan menyerukan pendapat mereka, seperti aksi demonstrasi, aksi kepedulian, bermusyawarah, dan masih banyak lagi. Mahasiswa merupakan pemuda yang sudah matang pikiran dan matang perilaku, mereka pun mengerti cara bersosialisasi yang baikm dan benar itu seperti apa. Kalaupun mereka menggelar aksi demo, para pemuda ini akan melakukannya dengan tertib yang mereka inginkan agar aspirasi mereka didengar, itu salah satu contohnya.
Lalu bagaimana dengan pemuda yang lain? Mereka lebih suka berkoar-koar di sosial media, menyerukan pendapat mereka, menandatangani petisi online, bermusyawarah dengan sesama pemuda atau masyarakat luas. Tetapi mereka memiliki kontrol emosional yang rendah, mudah terpancing dan mudah marah. Seperti halnya mahasiswa yang berdemo, hanya karena kedatangan polisi yang mengamankan mereka, para mahasiswa tersebut menjadi ricuh. Mereka tidak perlu berdemo seperti itu, mereka harus bergerak, melakukan aksi nyata bahwa mereka itu bisa. Mahasiswa adalah kaum intelektual yang sedang menempuh pendidikan, tugas mereka adalah belajar, mencetak prestasi bukan berdemo. Jika kalian ingin menyampaikan aspirasi kalian, sampaikan dengan prestasi yang membanggakan dan mengharumkan nama Indonesia.
Selain itu, jika diperhatikan, Cara para pemuda bersosialisasi di era globalisasi ini lebih menyukai menggunakan teknologi. Mereka tidak menyukai bersosialisasi secara langsung antar individu. Albert Einstein pernah mengatakan ketakutannya terhadap teknologi yang ternyata kini menjadi nyata "Aku takut suatu hari teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.". Apakah cara ini dapat diubah? Tentu saja bisa dan pasti bisa dilakukan.
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Pemuda adalah bagian dari lapisan masyarakat yang memiliki nilai intelektual tinggi dan kecerdasan luar biasa. Mereka adalah golongan terdidik yang sudah matang, tahu mana yang benar dan yang salah. Kepintaran yang dimiliki oleh pemuda tidak dapat dianggap remeh, karena mereka lah sang pemimpin bangsa dimasa depan, mereka lah tonggak Indonesia di masa mendatang. Perspektif bahwa pemuda itu arogan, individualis, dan tidak bisa diandalkan kini telah dipatahkan oleh segudang prestasi anak bangsa yang satu ini. Tak dapat dipungkiri lagi, mereka pantas disebut sebagai pemuda tonggak perubahan bangsa.
Refrensi:
http://pemuda-dan-sosialisasi.blogspot.co.id/2011/10/pemuda-dan-sosialisasi.html
http://www.goodreads.com/quotes/879862-aku-takut-suatu-hari-teknologi-akan-melampaui-interaksi-manusia-dunia
http://www.woi-belilah.id/warta/kespora/147-peran-pemuda-di-era-globalisasi-untuk-kejayaan-indonesia
http://www.apapengertianahli.com/2015/06/pengertian-sosialisasi-dan-tujuan-sosialiasi.html
http://www.kompasiana.com/soekamto/pemuda-16-30-tahun_5520bc2d813311c57619f795
http://kbbi.web.id/pemuda

