10 May 2016

Posted by Virtech Indonesia | File under :

BAB 5 Ilmu Budaya Dasar: Manusia dan Keindahan


A. Keindahan

Keindahan berasal dari kata indah yang berarti bagus, permai, cantik, elok, molek, dan sebagainya. Keindahan merupakan bagian dari hidup manusia dan tak dapat dipisahkan. Keindahan identik dengan kebenaran. Keduanya mempunyai daya tarik yang sama yaitu abadi dan daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran, berarti tidak indah.

a. Apakah Keindahan Itu?

Keindahan merupakan sebuah konsep abstrak yang tak dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan itu baru jelas jika dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau sebuah karya. Keindahan hanya sebuah konsep, yang baru berkomunikasi setelah memiliki bentuk.

Orang harus membedakan antara keindahan sebagai suatu kwalita abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Untuk perbedaan ini dalam bahasa lnggris sering dipergunakan istilah beauty (keindahan) dan the beautiful (benda atau hal yang indah).
Terdapat perbedaan menurut luasnya pengertian, yaitu:

  • // Keindahan dalam arti yang luas
  • // Keindahan dalam arti estetis murni
  • // Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan
Bangsa Yunani mengenal pengertian keindahan dalam arti estetis yang disebutnya 'symmetria' untuk keindahan berdasarkan penglihatan (misalnya pada karya pahat dan arsitektur) dan harmonia untuk keindahan berdasarkan pendengaran (musik). Pengertian keindahan yang seluas-luasnya meliputi :

  • // Keindahan seni
  • // Keindahan alam
  • // Keindahan moral
  • // Keindahan intelektual
Filsuf abad pertengahan Thomas Aquinos (1225-1274) mengatakan, bahwa keindahan adalah sesuatu yang menyenangkan bilamana dilihat.


b. Nilai Estetik

Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik. Dalam dictionary of sociology and related sciences diberikan perumusan tentang value yang lebih terinci lagi sebagai berikut:

"The believed capacity of any object to satisfy a human desire. The quality of any object which causes it to be on interest to an individual or a group". (kemampuan yang dipercaya ada pada sesuatu benda untuk: memuaskan suatu keinginan manusia. Sifat dari sesuatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau sesuatu golongan).

Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (instrumental/contributory value), Nilai insbinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri.

c. Kontemplasi dan Ekstansi

Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah. Apabila kedua dasar ini dihubungkan dengan bentuk di luar diri manusia, maka akan terjadi penilaian bahwa sesuatu itu indah. Keindahan dapat dinikmati menurut selera seni dan selera biasa. Keindahan yang didasarkan pada selera seni didukung oleh faktor kontemplasi dan ekstansi.

Apabila kontemplasi dan ekstansi itu dihubungkan dengan kreativitas, maka kontemplasi itu faktor pendorong untuk menciptakan keindahan, sedangkan ekstansi itu merupakan faktor pendorong utuk merasakan. menikmati keindahan.

d. Apa Sebab Manusia Menciptakan Keindahan?

Keindahan itu pada dasarnya adalah alamiah. Alam ciptaan Tuhan. Ini berarti bahwa keindahan itu ciptaan Tuhan. Alamiah artinya wajar, tidak berlebihan tidak pula kurang. Pengungkapan keindahan dalam karya seni didasari oleh motivasi tertentu dan dengan tujuan tertentu pula. Berikut ini akan dicoba menguraikan alasan/motivasi dan tujuan seniman menciptakan keindahan.

  • // Tata nilai yang telah usang

Tata nilai yang terjelma dalan1 adat istiadat ada yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan. Tata nilai semacam ini dipandang sebagai mengurangi nilai moral kehidupan masyarakat. sehingga dikatakan tidak indah. Yang indah ialah tata nilai yang menghargai dan mengangkat martabat manusia.

  • // Kemerosotan Zaman

Kemerosotan moral dapat diketahui dari tingkah laku dan perbuatan manusia yang bejad terutama dari segi kebutuhan seksual. Kebutuhan seksual ini dipenuhinya tanpa menghiraukan ketentuan-ketentuan hukum agama. dan moral masyarakat. Yang tidak indah itu harus disingkirkan melalui protes keras.

  • // Penderitaan Manusia

Banyak faktor yang membuat manusia itu menderita, tetapi Manusialah yang membuat orang menderita sebagai akibat nafsu ingin berkuasa, serakah, tidak berhati-hati dan sebagainya. Nilai kemanusiaan telah diabaikan karenanya, dan dikatakan tidak indah. Yang tidak indah itu harus dilenyapkan karena tak bermanfaat lagi.

  • // Keagungan Tuhan

Keagungan Tuhan dapat dibuktikan melalui keindahan alam dan keteraturan alam semesta serta kejadian-kejadian alam. Keindahan alam merupakan keindahan mutlak ciptaan Tuhan. Manusia hanya dapat meniru saja keindahan ciptaan Tuhan itu.

e. Keindahan Menurut Pandangan Romantik

Penyair romantik John Keats (1795-1821) Dalam Endymion dia berkata :
     "A filling of beauty is a joy forever
     its loveliness iscreases; it wil never pass into notllingness"
Dia mengatakan, bahwa sesuatu yang indah adalah keriangan selama-lamanya, kemolekannya bertambah. dan tidak pemah berlalu ke ketiadaan. Dalam sajak di atas, Keats mengambil bahannya dari Endymion yang terdapat dalam mitologi Yunani kuno. Menurut mitologi Yunani ini, Endymion adalah seorang gembala yang oleh para dewa diberi keindahan abadi. 

Coleridge mengutip Shakespeare (1564-1616) dalam karyanya midsummer night: “Thing base and vile holding no quality/ love can transpose to form and dignity”, yaitu sesuatu yang rendah dan tidak mempunyai nilai, dapat berubah dan menjadi berarti. Keindahan adalah sublimasi yang terjadi karena kebebasan menyendiri dari hikmah ketidakberdosaan.

Pada hakekatnya negative capability adalah suatu proses. Proses inilah yang membuat seseorang menjadi kreatif. Orang yang tidak mempunyai negative capability tidak akan kreatif. Bagi Keats, proses kreativitas identik dengan perjuangan untuk menciptakan keindahan.

B. Renungan

Renungan berasal dari kata renung, artinya diam-diam memikirkan sesuatu. Renungan adalah hasil merenung. Ada beberapa teori, teori-teori itu ialah : Teori Pengungkapan, Teori Metafisik dan Teori Psikologik.

(a). Teori Pengungkapan

Dalil dari teori ini ialah bahwa "Art is an expression of human feeling" (seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia). Filsuf ltalia Benedeto Croce (1886-1952) dengan karyanya yang telah diterjemahkan kedalam Bahasa lnggris "Aesthetic as Science of Expresion and General Linguistic". Beliau menyatakan bahwa "art is expression of impressions" (Seni adalah pengungkapan dari kesan-kesan) Expression adalah sama dengan Intuition. Dan intuisi adalah pengetahuan intuitif yang diperoleh melalui penghayatan tentang hal-hal individual yang menghasilkan gambaran angan-angan. Leo Tolstoi dia menegaskan bahwa kegiatan seni adalah memunculkan dalam diri sendiri suatu perasaan yang seseorang telah mengalaminya.

(b). Teori Metafisik

Teori seni yang bercorak metafisis merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni. Mengenai sumber seni Plato mengemukakan suatu teori peniruan (imitation theory). Dalam jaman modern suatu teori seni lainnya yang juga bercorak metafisis dikemukakan oleh filsuf Arthur Schopenhauer ( 1788-1860). Menurut beliau seni adalah suatu bentuk dari pemahaman terhadap realita. Dan realita yang sejati adalah suatu keinginan (will) yang sementara.

(c). Teori Psikologis

Sebagian ahli estetik dalam abad modern menelaah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode-metode psikologis. Suatu teori lain tentang sumber seni ialah teori permainan yang dikembangkan oleh Freedrick Schiller (1757-1805) dan Herbert Spencer (1820-1903). Menurut Schiller asal mula seni adalah dorongan batin untuk bermain-main (play impulse) yang ada dalam diri seseorang. Bagi Spencer, permainan itu berperanan untuk mencegah kemampuan-kemampuan mental manusia menganggur dan kemudian menciut karena disia-siakan. Sebuah teori lagi yang dapat dimasukkan dalam teori psikologis ialah teori penandaan (Signification Theory) yang memandang seni sebagai suatu lambang atau tanda dari perasaan manusia. Karya seni adalah iconic signs dari proses psikologis yang berlangsung dalam diri manusia, khususnya tanda-tanda dari perasaannya.

C. Keserasian

Keserasian berasal dari kata serasi dan dari kata dasar rasi, artinya cocok, kena benar, dan sesuai benar. Filsuf Ingris Herbert Read merumuskan definisi, bahwa keindahan adalah kesatuan, dan hubungan-hubungan bentuk yang terdapat di antara pencerapan-pencerapan inderawi kita (beauty is unity of formal relations among our sence-perception).


(a). Teori Obyektif dan Teori Subyektif

Pendukung teori obyektif adalah Plato, Hegel dan Bernard Bocanquat, sedang pendukung teori subyektif ialah Henry Home, Earlof Shaffesbury, dan Edmund Burke. Teori obyektif berpendapat, bahwa keindahan atau ciri-ciri yang mencipta nilai estetik adalah sifat (kualita) yang memang telah melekat pada bentuk indah yang bersangkutan. Pendapat lain menyatakan, bahwa nilai estetik itu tercipta dengan terpenuhinya asas-asas tertentu mengenai bentuk pada sesuatu benda.

Teori subyektif menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri seseorang yang mengamati sesuatu benda. Yang tergolong teori subyektif ialah yang memandang keindahan dalam suatu hubungan di antara suatu benda dengan alam pikiran seseorang yang mengamatinya.

(b). Teori Perimbangan

Teori perimbangan tentang keindahan dari bangsa Yunani Kuno dulu dipahami pula dalam arti yang lebih terbatas. Keindahan dianggap sebagai kualita dari benda-benda yang disusun (yakni mempunyai bagian-bagian). 

Bangsa Yunani menemukan bahwa hubungan-hubungan matematik yang cerma sebagaimana terdapat dalam ilmu ukur dan berbagai pengukuran proporsi ternyata dapat diwujudkan dalam benda-benda bersusun yang indah. Teori perimbangan berlaku dari abad ke-5 sebelum masehi sampai abad ke 17 masehi selama 22 abad. Teori tersebut runtuh karena desakan dari filsafat empirisme dan aliran-aliran termasuk dalam seni. Bagi mereka keindahan hanya ada pada pikiran orang yang menerangkannya dan setiap pikiran melihat suatu keindahan yang berbeda-benda.


Download Presentation




Disusun oleh:
Fredika Budi Romadhona
1IA08
52415778
Posted by Virtech Indonesia | File under :

BAB 4 Ilmu Budaya Dasar: Manusia dan Cinta Kasih


A. Pengertian Cinta Kasih

Menurut kamus umum Bahasa Indonesia (W.J.S Poerwadarminta), cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Kata Kasih berarti perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Erich Fromm dalam bukunya Seni Mencinta menyebutkan cinta itu terutama memberi, bukan menerima. Dan memberi merupakan ungkapan yang paling tinggi dari kemampuan. Cinta selalu memberikan unsur dasar yaitu:

  1. - Pengasuhan: Cinta seorang ibu kepada anaknya
  2. - Tanggung Jawab: Suatu tindakan yang sama sekali sukarela
  3. - Perhatian: Memperhatikan bahwa pribadi lain itu hendaknya berkembang dan membuka diri sebagaimana adanya
  4. - Pengenalan: Keinginan untuk mengetahui rahasia manusia
Dr. Sarlito W. Sarwono mengungkapkan bahwa cinta memiliki tiga unsur yaitu:

  1. - Keterikatan: Adanya perasaan untuk hanya bersama dia, dan segala prioritas yang ada hanya untuk dia
  2. - Keintiman: Adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku untuk menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi
  3. - Kemesraan: Adanya rasa ingin dibelai atau dibelai, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang
Selanjutnya, Dr. Sarlito W. Sarwono melanjutkan, bahwa tidak semua unsur cinta itu sama kuatnya. Ada yang keterikatannya sangat kuat tetapi keintiman atau kemesraannya kurang.Cinta juga dapat diwarnai dengan kemesraan yang sangat bergejolak tetapi unsur keintiman dan keterikatannya kurang, yang seperti ini disebut sebagai cinta yang pincang.

Dr. Abdullah Nasih Ulwan dalam bukunya manajemen cinta, Cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan penuh gairah, lembut dan kasih sayang. Cinta adalah fitrah manusia yang murni, tak dapat terpisahkan dan selalu dibutuhkan oleh manusia.


B. Cinta Menurut Ajaran Agama

Dalam kehidupan ini, cinta menampakkan dirinya dalam berbagai bentuk. Terkadang seseorang mencintai dirinya sendiri, orang lain, ataupun ibu dengan anaknya, hartanya, Allah dan Rasulnya. Berbagai bentuk cinta dapat kita temukan dalam kitab suci umat muslim yaitu Al-Qur'an.

  • - Cinta Diri

Cinta diri erat kaitannya dengan menjaga diri. Manusia mencintai segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan pada hidupnya. Dan manusia amat membenci hal-hal yang menghambat dirinya untuk hidup dan untuk mengembangkan dirinya.

Al-Qur'an telah menjelaskan cinta alamiah manusia dalam dirinya sendiri dalam surat: 

"Diantara gejala yang menunjukkan kecintaan manusia terhadap dirinya sendiri ialah kecintaan yang sangat terhadap harta, yang dapat merealisasikan semua keinginannya dan memudahkan baginya segala sarana untuk mencapai kesenangan dan kemewahan hidup" (QS, al-"Adiyat, 100:8)

"Diantara gejala lain yang menunjukkan kecintaan manusia pada dirinya sendiri ialah permohonannya yang terus menerus agar dikarunia harta, kesehatan, dan berbagai kebaikan dan kenikmatan hidup lainnya. Dan apabila ia tertimpa bencana, keburukan, atau kemiskinan, ia merasa putus asa dan mengira ia tidak akan bisa memperoleh karunia lagi" (QS, Fushilat, 41:49)

  • - Cinta Kepada Sesama Manusia

Agar manusia dapat hidup dengan keserasian dan keharmonisan dengan sesama manusia, mau tidak mau manusia harus membatasi cinta terhadap dirinya sendiri dan keegoisannya. oleh karena itu, Allah ketika memberi isyarat tentang kecintaan manusia pada dirinya sendiri ketika manusia terus mendapat musibah dan berusaha untuk memperoleh kebaikannya serta kebakhilannya dalam memberikan sebagian karunia yang diperolehnya. Setelah itu Allah langsung memberi pujian kepada orang-orang yang berusaha untuk tidak berlebih-lebihan dalam cintanya kepada diri sendiri dan melepaskan diri dari gejala-gejala itu adalah dengan melalui iman, Shalat, berzakat, dan bersedekah. 

Keimanan seperti ini dapat menyeimbangkan antara cinta kepada diri sendiri dan cinta pada orang lain dan dapat merealisasikan kebaikan individu dan masyarakat. Al-Qur'an juga menyerukan kepada orang-orang yang beriman agar selalu saling mencintai seperti cintanya pada dirinya.

  • - Cinta Seksual

Cinta erat kaitannya dengan  dorongan seksual. Sebab ialah yang bekerja dalam melestarikan kasih sayang, keserasian, dan kerjasama antar suami dan istri. Ia merupakan faktor yang primer bagi kelangsungan hidup keluarga :

“Dan diantara tanda-tanda kekuasan-Nya ialah Dia yang menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung, dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi yang berpikir.” (QS, Ar-Rum, 30:12)

Dengan dorongan seksual lah terbentuk sebuah keluarga dan dari keluarga terbentuklah masyarakat dan bangsa. Cinta seksual dalam Islam hanyalah pengendalian dan penguasaan cinta ini, lewat pemenuhan dorongan tersebut dengan cara yang sah yaitu pernikahan.

  • - Cinta Kebapakan

Cinta kebapakan dalam Al-Qur’an diisyaratkan dalam kisah Nabi Nuh as. Betapa cintanya ia kepada anaknya, tampak jelas ketika ia memanggilnya dengan penuh rasa cinta, kasih sayang, belas kasihan, untuk naik perahu agar tidak tenggelam ditelan ombak :

“…Dan Nuh memanggil anaknya – sedang anak itu berada di trmpat yang jauh terpencil – : “Hai ..anakku naiklah (kekapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama-sama orang-orang yang kafir.” (QS, Yusuf, 12:84)

Biasanya cinta kebapakan nampak dalam perhatian seorang bapak kepada anak-anaknya, asuhan, nasehat, dan pengarahan yang diberiaknnya kepada mereka, demi kebaikan dan kepentingan mereka sendiri.

  • - Cinta Kepada Allah

Merupakan puncak cinta manusia, yang paling jernih, spiritual dan yang dapat memberikan tingkat perasaan kasih sayang yang luhur. Cinta yang ikhlas seorang manusia kepada Allah akan membuat cinta menjadi kekuatan pendorong yang mengarahkannya dalam kehidupan dan menundukkan semua bentuk cinta yang lain. Semua tingkah laku dan tindakannya ditujukan kepada Allah, mengharapkan penerimaan dan ridha-Nya :

“Katakanlah : “Jika kamu (benar-benar)mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah maha pengampun lagi maha penyayang” (QS, Ali Imran, 3:31)

Cinta yang ikhlas seorang manusia kepada Allah akan membuat cinta itu menjadi kekuatan pendorong yang mengarahkannya dalam kehidupannya dan menundukkan semua bentuk kecintaan lainnya.

  • - Cinta Kepada Rasul

Cinta kepada rasul, yang diutus Allah sebagai rahmah bagi seluruh alam semesta, menduduki peringkat kedua setelah cinta kepada Allah. Ini karena Rasul merupakan ideal sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur lainnya.

C. Kasih Sayang

Menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan W.J.S.Poerwadarminta kasih sayang berarti perasaan sayang, atau perasaan suka kepada seseorang. Dalam kasih sayang sadar atau tidak dari masing-masing pihak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya merupakan suatu kesatuan yang bulat dan utuh.

Kasih sayang juga merupakan dasar komunikasi dalam suatu keluarga. Komunikasi antara anak dan orang tua. Pengembangan watak anak dan selanjutnya tak boleh lepas dari kasih sayang dan perhatian orang tua. Suatu hubungan yang harmonis akan terbentuk jika ada timbal balik antara orang tua dan anak. Jika terjadi suatu kejadian kenakalan remaja, morfinis, frustasi dilatarbelakangi oleh kurangnya perhatian dan kasih sayang dari sebuah keluarga.

D. Kemesraan

Kemesraan berasal dari kata mesra yang berarti perasaan simpati yang akrab. Pada dasarnya, kemesraan adalah perwujudan kasih sayang yang mendalam. Filsuf Rusia, Salovjef pada bukunya makna kasih mengatakan "jika seorang pemuda jatuh cinta pada seorang gadis secara serius, ia terlempar keluar dari cinta diri. Ia mulai hidup untuk orang lain."

Kemampuan mencinta memberi nilai hidup kita, dan menjadi ukuran terpenting dalam menentukan apakah kita maju atau tidak dalam evolusi kita. Betapa agungnya dan sucinya sebuah cinta. Jika seseorang mengobral cinta, maka orang tersebut merusak nilai cinta itu, dan sudah otomatis menurunkan harga dirinya. 

E. Pemujaan

Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada tuhannya yang diwujudkan kedalam bentuk komunikasi ritual. Surat Al-Furqon ayat 59-60 menyatakan "Dia yang menciptakan langit dan bumi beserta apa-apa diantara keduanya dalam enam rangkaian masa, kemudian ia bertahta diatas singgasana-Nya. Dia maha pengasih, maka tanyakanlah kepada-Nya tentang soal-soal apa yang diketahui" selanjutnya ayat 60 "Bila dikatakan kepada mereka, sujudlah kepada tuhan yang maha pengasih".

Tuhan adalah pencipta alam semesta tetapi juga sebagai penghancur alam semesta bila manusia mengabaikan segala perintahnya. Surat Al-Mu'minin ayat 98 menyatakan "Dan aku berlindung kepada-Mu. Ya Tuhanku, dari kehadiran-Nya didekatku". Jikalau manusia cinta kepada Tuhan, karena Tuhan itu sungguh maha pengasih lagi maha penyayang. Surat An-Nur ayat 41 menyatakan "apakah engkau tidak tahu bahwasannya Allah itu dipuja oleh segala yang ada di bumi dan di langit...". Pemujaan-pemujaan itu semua dilandasi oleh manusia yang ingin berkomunikasi dengan Tuhannya yang berarti manusia meminta ampun atas dosa-dosanya.

F. Belas Kasihan

Dalam surat Yohanes dijelaskan ada tiga macam cinta, yaitu:

  1. - Cinta Agape: adalah cinta manusia kepada Tuhan
  2. - Cinta Philia: adalah cinta kepada ibu bapak (orang tua) dan saudara
  3. - Cinta Amor/eros: adalah cinta antara pria dan wanita
Sebenarnya masih ada lagi cinta, yaitu cinta sesam yang merupakan gabungan dari cinta agape dan cinta philia. Cinta sesama ialah belas kasihan untuk membedakan antara cinta kepada orang tua, pria-wanita, dan kepada Tuhan.

Kata Kasihan atau Rahmah berarti bersimpati kepada nasib atau keadaan yang diderita orang lain tetapi Rahmah dengan Rahman berbeda karena Rahman memiliki unsur memberi sedangkan Rahmah tidak. Dalam surat Al-Qolam ayat 4, maka manusia menaruh belas kasihan kepada orang lain, karena belas kasihan adalah perbuatan orang yang berbudi. Sedangkan orang yang berbudi sangat dipujikan oleh Allah SWT.


G. Cinta Kasih Erotis

Cinta kasih kesaudaraan merupakan cinta kasih antar orang-orang yang sama-sama sebanding. Cinta kasih erotis berarti kehausan akan penyatuan yang sempurna, akan penyatuan dengan seseorang lainnya. Pada hakikatnya cinta kasih ini bersifat eksklusif bukan universal dan paling tidak dapat dipercaya.

Dalam cinta kasih erotis terdapat eksklusivitas yang tidak terdapat dalam cinta kasih persaudaraan dan cinta kasih keibuan. Ciri-ciri ekslusivitas dari cinta kasih erotis seling disalahtafsirkan dengan diartikan sebagai suatu hak milik. Cinta kasih erotis mengeksklusifkan cinta kasih terhadap orang lain hanyalah dalam segi-segi fusi erotis dan keikutsertaan selengkapnya dalam semua aspekkehidupan orang-orang lain.

Cinta kasih merupakan atraksi individual belaka maupun pandangan bahwa cinta kasih erotis itu tidak lain dari pada perbuatan kemauan. Oleh karenanya, gagasan bahwa hubungan pernikahan mudah saja dapat diputuskan apabila orang tidak bersukses didalamnya adalah gagasan yang sangat keliru karena hubungan semacam itu tidak boleh diputuskan.

Download Presentation 



Disusun oleh: 
Fredika Budi Romadhona
1IA08
52415778