27 December 2016

Posted by Virtech Indonesia |

Partisipatif Budaya: Mobilitas, Interaktivitas dan Identitas

Kelompok 4 
Kelas 2IA03

Anggota Kelompok:
Adam Hendrisaputra
Azka Rizka Octavia
Billeam
Fredika Budi Romadhona
Irfan Rivaldi
Megi Agung Satria
Muhklisin








18 November 2016

Posted by Virtech Indonesia |
1. Tentukan permutasi atas semua unsur yang dapat dibuat dari kata‑kata: “ INFORMATIKA” Pilihan :
a. 8.549.675 Cara                              c. 9.979.200 Cara
b. 7.151.399 Cara                              d. 6.151. 210 Cara

Jawab:
Pada kata “INFORMATIKA” terdapat 2 buah I, dan 2 buah A yang sama sehingga permutasinya adalah :






2. Seorang murid disuruh mengerjakan 10 soal dari 15 soal yang disediakan. Tetapi nomor 1‑ 5 wajib dikerjakan. Nah berapa pilihan yang dapat diambil oleh siswa tersebut?
a. 250 Pilihan                      c. 252 Pilihan
b. 251 Pilihan                      d. 253 Pilihan

Jawab  :
Berdasarkan soal, siswa tersebut wajib mengerjakan 10 soal sehingga hanya tersisa 5 soal dari soal keseluruhan jadi banyak cara mengerjakan adalah







3. Jika sebuah uang logam dilemparkan  1 kali, maka ada 2 kemungkinan  uang logam yang muncul yaitu anga dan gambar. Bila A dilemparkan muncul angka, maka peluang kejadian A adalah?
a. 1/2                      c. 1/6

b. 1/4                      d. 1/8

Jawab :
Diketahui :
m = banyaknya kejadian
n = banyaknya kemungkinan
Ditanya : P(A) ?












4. Dalam suatu ruangan terdapat 10 orang yang saling bersalaman, tentukan banyak salaman yang terjadi.
a. 40                       c. 50
b. 45                       d. 55

Jawab :
10 orang saling bersalaman. Banyak salaman yang terjadi sama dengan kombinasi  2 yang diambil dari sepuluh, yaitu :






5. Berapa banyaknya permutasi dari cara duduk yang dapat terjadi jika 8 orang disediakan 5 kursi, sedangkan salah seorang dari padanya selalu duduk dikursi tertentu.
a. 800 Cara                          c. 820 Cara
b. 840 Cara                          d. 860 Cara

Jawab:
Jika salah seorang selalu duduk dikursi tertentu maka tinggal 7 orang dengan 4 kursi kosong. Maka banyaknya cara duduk ada:




6. Jika sebuah dadu dilemparkan 1 kali, maka ada 6 kemungkinan mata dadu yang muncul yaitu 1,2,3,4,5,6. Bila A adalah kejadian munculnya mata dadu genap, maka ada 3 kemungkinan yaitu 1,3,5, maka peluang kejadian A adalah?
a. 1/2                      c. 1

b. 1/4                      d. 2










7. Suatu LSM akan mengirim 3 orang utusan untuk mengikuti suatu konferensi. Jika ketiga orang itu dipilih dari 8 orang yang memenuhi syarat, tentukan banyak cara LSM menentukan ketiga utusan itu.
a. 50                       c. 66
b. 46                      d. 56


Jawab :
Tiga orang dipilih 8 orang. Banyak cara menemukan ketiga utusan sama dengan banyak kombinasi 3 orang yang diambil dari 8 orang, yaitu






8. Lima orang suami istri sedang pergi ke pesta pernikahan dengan menumpang 2 angkot dengan
kapasitas masing‑ masing 6 orang. Jika setiap pasangan harus naik pada mobil yang sama, maka
banyaknya caraposisi penumpang tersebut adalah?
a. 10 Cara                             c. 30 Cara
b. 20 Cara                            d. 40 Cara

Jawab  :
Kemungkinan posisi pada pasangan suami istri tersebut adalah 3 pasang di mobil pertama dan 2 pasang pada mobil kedua. Maka:
















9. Di sebuah jurusan dalam suatu perguruan tinggi terdapat 134 mahasiswa tingkat 3. Dari sekian banyak mahasiswa tersebut, 87 diantaranya mengambil mata kuliah Algoritma & Pemrograman, 73 mengambil mata kuliah matematika Informatika, dan 29 mengambil mata kuliah Algoritma & Pemrograman dan Matematika Informatika. Berapa banyak mahasiswa yang tidak mengambil sebuah mata kuliah baik Algoritma & Pemrograman ataupun Matematika Informatika?
a. 5                         c. 3
b. 4                         d. 2

Jawab :
Untuk Menentukan banyaknya mahasiswa tingkat 3 yang tidak mengambil mata kuliah Algoritma & Pemrograman ataupun Matematika Informatika, kurangilah banyaknya mahasiswa yang mengambil mata kuliah dari salah satu mata kuliah ini dari keseluruhan banyaknya mahasiswa tingkat 1 Misalkan A merupakan himpunan semua mahasiswa tingkat 3 yang mengambil mata kuliah Algoritma & Pemrograman, dan B adalah himpunan mahasiswa yang mengambil mata kuliah Matematika Informatika. Maka:
Banyaknya mahasiswa tingkat 3 yang mengambil mata kuliah Algoritma & Pemrograman atau matematika Informatika adalah:









Ini artinya terdapat sebanyak 134–131 = 3 mahasiswa tingkat 3 yang tidak mengambil mata kuliah Algoritma & Pemrograman ataupun Matematika Informatika (C)

10. Menjelang pergantian kepengurusan Karang Taruna, akan deibentuk panitia inti sebanyak 4 orang. Calon panitia tersebut ada 7 orang, yaitu: A, B, C, D, E, F, G. Ada berapa pasangan calon yang dapat duduk sebagai panitia inti tersebut?
a. 800 Cara                          c. 840 Cara
b. 820 Cara                          d. 860 Cara

Jawab:









31 July 2016

Posted by Virtech Indonesia | File under : , ,
MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR
“ANALISIS BUDAYA YANG ADA DI INDONESIA”








Disusun Oleh:
Fredika Budi Romadhona (52415778)
1IA08

UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
Mata Kuliah: Ilmu Budaya Dasar
Dosen: Bapak Edi Fakhri


KATA PENGANTAR


Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan makalah tentang Analisis Budaya Yang Ada Di Indonesia ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga kami berterima kasih pada Bapak Edi Fakhri selaku Dosen mata kuliah Ilmu Budaya Dasar Universitas Gunadarma yang telah memberikan tugas ini kepada saya.
Saya sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai dampak negatif yang ditimbulkan dari beberapa budaya yang ada di Indonesia, khususnya pada saat Hari Raya Idul Fitri. Saya juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, saya berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah saya buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi saya sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun dari Bapak demi perbaikan makalah ini di waktu yang akan datang.

Tangerang Selatan, 31 Juli 2016


Fredika Budi Romadhona







DAFTAR ISI

BAB I: PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
1.2. Rumusan Masalah
1.3. Tujuan
BAB II: ISI
       2.1. Definisi Budaya
       2.2. Definisi dari Mudik
       2.3. Problematika Yang Terjadi Ketika Musim Mudik
       2.4. Solusi Yang Ada Saat Musim Mudik
BAB III: PENUTUP
       3.1. Kesimpulan
Daftar Pustaka



BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan budayanya. Sudah banyak anak bangsa negeri ini yang mengharumkan budaya Indonesia di kancah Internasional. Sleain budaya yang ada sejak dulu, ada pula budaya yang timbul dimasyarakat yang sudah menjadi kebiasaan sejak lama dan hingga kini masih tetap berlanjut.
Budaya yang timbul dimasyarakat sebenarnya sangat positif, tetapi tidak sedikit juga budaya yang ada di masyarakat seperti itu yang berdampak sangat negatif. Semisal budaya Mudik yang selalu ada setiap Idul Fitri. Sangat banyak problematika yang terjadi seperti kemacetan, kelangkaan BBM dan yang lainnya.
1.2. Rumusan Masalah
Pada makalah ini, saya akan membahas materi berupa:
1. Definisi Budaya
2. Definisi dari Mudik
3. Problematika Yang Terjadi Ketika Musim Mudik
4. Solusi Yang Ada Saat Musim Mudik
1.3. Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah tak lain dan tak bukan untuk menambah wawasan tentang apa itu Budaya, apa itu Mudik, hal-hal apa saja yang bisa terjadi saat mudik, dan solusi apa saja yang dapat diambil ketika terjadi sebuah problematika terhadap Mudik yang selalu diikuti dengan kata Kemacetan.
  


BAB II
ISI

2.1. Definisi Budaya
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa sanskerta yaitu buddhayah (Jamak: buddhi yang berarti budi atau akal) yang diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris disebutkan bahwa kebudayaan disebut sebagai culture yang berasal dari kata Latin yaitu Colere yang berarti mengolah atau mengerjakan. Kata culture sendiri sering diartikan kedalam bahasa Indonesia sebagai kultur.
Budaya adalah cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang atau masyarakat, yang diwariskan dari generasi ke generasi hingga kini. Budaya terbentuk dari berbagai unsur-unsur yang sangat rumit seperti agama, politik, pakaian adat istiadat, bahasa, dan lainnya. Budaya adalah suatu pola hidup yang menyeluruh dan bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek yang mempengaruhi perilaku komunikatif seperti unsur-unsur sosio-budaya dan banyak kegiatan sosial manusia.
2.2. Definisi dari Mudik
Mudik merupakan kegiatan para perantau atau pekerja yang kembali lagi ke kampung halamannya yang sudah menjadi tradisi bahkan telah menjadi budaya orang Indonesia. Mudik bagi masyarakat Indonesia dilakukan pada saat menjelang hari raya idul fitri atau hari raya Lebaran dan pada saat ini seluruh sanak keluarga akan kembali lagi ke kampung halamannya.
Kata Mudik berasal dari kata “Udik” yaitu artinya selatan/hulu. Di Indonesia, mudik juga dijadikan sebagai bentuk bakti seseorang terhadap orang tuanya. Ketika mereka merantau dan sukses, mereka akan kembali pulang ke kampung halaman untuk kembali bersilaturahmi dengan keluarga besarnya bersama-sama.
Bagi sebagian besar para perantau, mudik akan dirasa kurang pas dengan tidak membawa hasil kerjanya. Beberapa perantau akan membawa kendaraan pribadi sebagai bukti kesuksesan selama dia merantau. 
2.3. Problematika Yang Terjadi Ketika Musim Mudik
Pada tahun 2016, pemerintah di pusingkan dengan membludaknya arus lalu lintas di pintu keluar brebes timur atau yang sering disebut Brexit. Kemacetan yang terjadi sudah sangat parah dan stagnan tidak bergerak selama kurang lebih 3 hari. Dalam kejadian ini dinyatakan sekitar 15 orang meninggal dan salah satu media Inggris mengatakan bahwa ini adalah kemacetan terparah didunia. Korban yang meninggal tersebut diakibatkan dehidrasi ekstrim karena perbekalan yang tidak cukup, dan tidak adanya rumah makan yang memadai.
            Infrastruktur jalan juga dituding sebagai dalang dari kemacetan di Brexit. Perhitungan yang kurang tepat dengan pintu kereta yang menutup setiap 20 menit sekali menjadi problem yang belum selesai. Pikiran dari masyarakat yang ada di Jakarta, melalui jalan tol menjadi lebih cepat, ya jika bukan saat mudik. Pertemuan arus lalu lintas dari brebes dan Tegal Timur yang bertemu sehingga kemacetan juga terjadi di jalan umum bahkan hingga ke Cipali dan Pantura.
            Perilaku masyarakat juga berperan terjadinya kemacetan yang dianggap horror bagi seluruh media. Ada yang mengatakan “Berperilaku sopan lah di kota orang”, pernyataan ini sangat benar, dapat dilihat perilaku pemudik yang melawan arus, menyerobot saat memasuki SPBU, dan arogansi mereka yang tak terkontrol.
2.4 Solusi Yang Ada Saat Musim Mudik
Banyak solusi yang ada, pertama dengan menggunakan transportasi umum semisal Kereta api. Moda transportasi ini dianggap sangat efektif karena sama sekali tidak terkena kemacetan. Selain itu, biaya yang dikeluarkan juga tergolong terjangkau dan fasilitas yang diberikan dan kenyamanan sangat terjamin.
Kedua, Pesawat terbang dapat dijadikan alternatif cepat dan aman bagi pemudik, untuk harga tiket memang tak semurah kereta api, tetapi kecepatan dan fasilitas yang lebih baik dan standar internasional merupakan salah satu pertimbangan bagi para pemudik.
Ketiga, cobalah jalur alternatif, banyak sekali jalur alternatif di pulau jawa. Pada saat kemacetan parah di brexit, arus pemudik yang melintasi jalur selatan berkurang hingga 47% dan perjalanan menuju jawa dapat ditempuh dengan jarak waktu normal atau ketika lalu lintas ramai lancar. Jalur tengah juga mengalami penurunan yang tidak terlalu signifikan, karena memang jalur ini tidak disukai pemudik karena jalannya yang berkelok dan minim infrastruktur namun dapat dijadikan alternatif ketika siang hari.
  
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Mudik di Indonesia sudah menjadi sebuah tradisi bahkan dikatakan sebagai budaya orang Indonesia untuk mengunjungi sanak keluarga yang berada di kampung halaman ketika lebaran tiba. Mereka saling bersilaturahmi dengan hikmat di kampung halaman setelah setahun merantau.
Memang, mudik tak bisa lepas dari segala peroblematikanya. Kemacetan, kecelakaan, perilaku pemudik yang tak sopan dan tak sabaran adalah hal yang harus dilalui demi sanak keluarga di kampung. Terlepas dari itu semua, mudik membawa kebahagiaan bagi seluruh masyarakat di Indonesia bahkan di luar negeri.



DAFTAR PUSTAKA



15 July 2016

Posted by Virtech Indonesia | File under : ,

BAB 9 Ilmu Budaya Dasar: Manusia dan Tanggung Jawab

  1. A. Pengertian Tanggung Jawab

     Menurut kamus umum Bahasa Indonesia, Tanggung Jawab berarti keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab karena manusia menyadari semua perbuatannya dari yang baik dan yang buruk karena sebuah tanggung jawab adalah kewajiban atau beban yang harus dipikul atau dipenuhi dari akibat perbuatan manusia.

     Tanggung Jawab bersifat kodrati yang sudah menjadi bagian dari kehidupan Manusia, karena setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab. Tanggung jawab dapat dilihat dari dua sisi, yaitu:

  1. // Sisi pihak yang berbuat, ia harus menyadari akibat perbuatannya itu dan harus memulihkan ke dalam keadaan baik
  2. // Sisi kepentingan pihak lain, jika si pembuat tak mau bertanggung jawab, maka pihak lain yang akan memulihkan dengan cara individual atau kemasyarakatan.

  1. B. Macam-Macam Tanggung Jawab

  1. a. Tanggung Jawab terhadap diri sendiri

     Tanggung Jawab ini menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Pada pointnya, seseorang harus dapat bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya terhadap dirinya sendiri dan biasanya dikaitkan dengan kesalahan yang dibuat dirinya sendiri seperti kelengahan, dan keliruan.

  1. b. Tanggung Jawab terhadap keluarga

     Keluarga adalah sekelompok masyarakat terkecil dan terdekat bagi seluruh individu didunia ini. Semua manusia didunia pasti memiliki keluarga dan akan memiliki keluarga.Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab pada keluarganya yang menyangkut nama baik keluarga dan juga kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.

  1. c. Tanggung Jawab terhadap Masyarakat

     Manusia bukanlah makhluk yang bisa hidup sendiri. Manusia pasti memerlukan orang lain dalam hidupnya karena manusia merupakan makhluk social. Manusia merupakan anggota masyarakat yang mempunyai tanggung jawab kepada manusia lain seperti anggota masyarakat yang lain dapat melangsungkan kehidupannya.

  1. d. Tanggung jawab kepada Bangsa/Negara

     Setiap individu yang tinggal disuatu tempat atau daerah entah itu diprovinsi banten, jawa barat, individu tersebut juga bagian dari seorang warga negara di negara yang ditinggalinya. Manusia tak dapat berbuat semaunya sendiri. Jika perbuatannya salah, maka ia harus bertanggung jawab pada negara.

  1. e. Tanggung jawab terhadap Tuhan

     Tuhan menciptakan manusia bukan tanpa alas an. Manusia diciptakan sebenarnya untuk melangsungkan kehidupannya sehingga manusia tersebut dapat melakukan peribadatan sesuai dengan agama yang dianutnya. Manusia memiliki tanggung jawab yang besar kepada Tuhan atas apa saja yang dilakukannya. Tuhan telah menyiapkan berbagai hukuman setimpal atas perbuatan yang dilakukan oleh manusia, dan itulah tanggung jawab yang harus dipikul oleh tiap manusia. Jika manusia telah diingatkan melalui hukuman oleh Tuhan, maka manusia akan dikutuk karena dianggap meninggalkan tanggung jawabnya terhadap Tuhan sang pencipta.

  1. C. Pengabdian dan Pengorbanan

  1. a. Pengabdian

     Pengabdian merupakan perbuatan yang baik dan berupa pikiran, pendapat atau tenaga. Pada hakekatnya, pengabdian adalah rasa tanggung jawab terhadap seseorang yang lain. Pengabdian berarti pula dengan penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan.

Dalam kasus ini, pengabdian dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu:
  1. // Pengabdian kepada agama atau kepada Tuhan. Dalam pengabdian ini, manusia meninggalkan seluruh kehidupan duniawinya (keluarga, waktu, tenaga, pikiran) dan menghabiskan seluruh hidupnya untuk melakukan kegiatan yang memuliakan Tuhan, seperti para Biarawan/biarawati, dan Bhiksu/bhiksuni
  2. // Pengabdian kepada negara atau bangsa. Dalam pengabdian ini, manusia memberikan seluruh waktunya (tidak dengan seluruh kehidupannya) dan tenaga untuk mengabdi kepada negaranya. Seperti PNS yang bekerja di tempat terpencil seperti guru. Mereka rela tak dibayar dan rela memberikan seluruh waktu dan tenaganya untuk mendidik anak-anak didaerah terpencil tersebut agar mereka mendapatkan pendidikan.

  1. b. Pengorbanan

     Berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan. Pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Pengorbanan dalam arti pemberian sebagai tanda kebaktian tanpa tanda pamrih
     Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran, perasaan dan jiwa dan diserahkan secara ikhlas tanpa tanda pamrih, dan perjanjian. Sedangkan pengabdian lebih merujuk kepada perbuatan. Dalam pengabdian selalu dituntut pengorbanan, tetapi didalam pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.

Disusun oleh:
Fredika Budi Romadhona
1IA08
52415778

02 July 2016

Posted by Virtech Indonesia | File under : ,

BAB 8 Ilmu Budaya Dasar: Manusia dan Pandangan Hidup

  1. A. Pengertian Pandangan Hidup


     Setiap manusia mempunyai pandangan hidup yang bersifat kodrati. Lalu apakah arti dari Pandangan Hidup? Pandangan Hidup berarti pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup didunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
     Sebenarnya, pandangan hidup itu banyak sekali macam dan ragamnya. Tetapi, berdasarkan asalnya, Pandangan hidup dapat diklasifikasikan menjadi 3 macam, yaitu:
  1. // Pandangan hidup dari agama (mutlak kebenarannya)
  2. // Pandangan hidup dari ideology (disesuaikan dengan kebudayaan dan norma Negara masing-masing)
  3. // Pandangan hidup hasil renungan (relative kebenarannya)

Pandangan hidup pada dasarnya memiliki 4 unsur yang tak terpisahkan, yaitu cita-cita, kebajikan, usaha, keyakinan/kepercayaan.

  1. B. Cita- Cita


     Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, Cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Dengan demikian cita-cita merupakan pandangan masa depan atau yang akan datang. Jika sebuah cita – cita tidak tercapai atau belum terpenuhi, maka cita-cita itu disebut sebuah angan – angan.
Dalam mencapai cita-citannya, itu tergantung dari beberapa factor, yaitu:
  1. // Faktor Manusia, untuk mencapai cita-cita yang diidamkan, itu semua tergantung dari kualitas manusianya. Ada yang tidak berkemauan sehingga cita-cita itu akan terus menjadi angan-angan, ada yang tidak mengukur kemampuannya sendiri sehingga tak dapat berusaha untuk mencapai cita-citanya. Tetapi, ada pula yang bekerja keras untuk mencapai apa yang dicita-citakan.
  2. // Faktor Kondisi, umumnya kondisi ini sering diartikan oleh masyarakat berupa hal yang menguntungkan atau yang menghambat seseorang dalam mencapai sebuah cita-cita. Yang menguntungkan adalah yang memperlancar dan yang menghambat adalah yang merintangi tercapainya suatu cita-cita.
  3. // Faktor tingginya cita-cita, ada anjuran agar seseorang menggantungkan cita-citanya setinggi bintang di langit. Tetapi timbul sebuah pertanyaan, bagaimana dengan Faktor manusianya dan Faktor Kondisinya apakah dapat menghalang atau memperlancar. Tercapainya sebuah cita-cita. Namun, ada sebuah pepatah “baying-bayang, setinggi badan” gapai cita-citamu sesuai dengan kemampuanmu

  1. C. Kebajikan


     Kebajikan atau kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika. Untuk melihat apa itu kebajikan, ada tiga segi yang harus dilihat untuk mengetahui kebajikan, yaitu:


    1. // Manusia sebagai makhluk pribadi, manusia dapat menentukan apa hal yang baik dan yang buruk yang lebih ditentukan oleh suara hati. Suara hati adalah semacam bisikan di dalam hati yang mendesak seseorang tetapi suara hati juga dapat bertindak sebagai hakim bagi diri sendiri.
    2. // Manusia sebagai anggota Masyarakat. Setiap masyarakat  adalah kumpulan pribadi-pribadi sehingga setiap suara masyarakat adalah kumpulan suara hati pribadi-pribadi di dalam masyarakat. Sesuatu yang baik bagi masyarakat, berarti baik pula bagi kepentingan masyarakat tetapi, bila hal tersebut baik bagi masyarakat, belum tentu hal sesuatu tersebut baik bagi segelintir orang didalamnya atau bahkan sebaliknya.
    3. // Manusia sebagai makhluk Tuhan. Sebagai makhluk Tuhan, manusia juga perlu mendengarkan suara hati dari Tuhan. Tuhan selalu membisikan agar manusia selalu berbuat baik dan menjauhi perbuatan yang tidak baik.

     Kebajikan seseorang juga dapat dilihat dari tingkah lakunya, karena tingkah laku seseorang berasal dari pandangan hidup sehingga tingkah laku dapat dibagi menjadi tiga faktor, yaitu:

  1. // Pembawaan (Heriditas), merupakan hal yang diturunkan atau dipusakai oleh orang tua
  2. // Lingkungan (Environment), dalam membentuk seseorang, lingkungan terbagi menjadi dua alam, yaitu yang pertama masa pembentukan saat seseorang masih dalam kandungan, yang kedua adalah lingkungan setelah seseorang telah lahir. Lingkungan ini adalah lingkungan yang membentuk jiwa seseorang yang dipengaruhi oleh lingkungan Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat.
  3. // Pengalaman, manusia memilikibanyak sekali pengalaman positif maupun negative. Semua itu memberikan manusia sebuah bekal yang selalu dipergunakan sebagai pertim bangan sebelum seseorang mengambil tindakan.

  1. D. Usaha/Perjuangan


     Usaha/perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Sebagian hidup dari manusia merupakan usaha/perjuangan. Kerja keras itu dilakukan dengan otak/ilmu maupun tenaga/jasmani ataupun keduanya. Tetapi, pada dasarnya, kerja keras itu menghargai dan meningkatkan harkat dan martabatnya. Walaupun, manusia memiliki keterbatasan kemampuan yang dimilikinya sehingga terjadilah sebuah perbedaan derajat antar manusia.
     Agama pun telah memerintahkan manusia untuk bekerja keras. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: “Bekerjalah kamu seakan-akan  kamu hidup selama-lamanya dan beribadalah kamu seakan-akan kamu akan mati besok. Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum kecuali jika mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri”.

  1. E. Keyakinan/Kepercayaan


Menurut Prof.Dr. Harun Nasution, ada tiga aliran filsafat, yaitu:
    1. // Aliran Naturalisme, berintikan spekulasi, mungkin Tuhan itu ada atau  mungkin Tuhan itu tidak ada. Apabila aliran naturalisme dihubungkan dengan pandangan hidup, maka keyakinan manusia itu bermula dari Tuhan. Sebaliknya, jika mereka tidak percaya akan adanya Tuhan, maka nature adalah kekuatan tertinggi.
    2. // Aliran Intelektualisme, Dasarnya, aliran ini adalah logika/akal. Akal berasal dari bahasa Arab yang berarti kalbu, yang terpusat di hati sehingga timbulah istilah “Hati Nurani” (Daya Rasa). Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka keyakinan manusia itu berawal dari akal.
    3. // Aliran Gabungan, Dasar dari aliran ini adalah kekuatan gaib dan juga akal. Kekuatan gaib berarti kekuatan yang berasal dari Tuhan, sedangkan akal adalah dasar kebudayaan yang menentukan benar atau tidaknya sesuatu hal.

  1. F. Langkah-langkah berpandangan hidup yang baik


     Kita sweharusnya mempunyai langkah-langkah berpandangan hidup, karena hanya dengan itulah manusia memperlakukan pandangan hidup sebagai sarana mencapai tujuan dan cita-cita. Langkah-langkahnya yaitu:

    1. // Mengenal, merupakan suatu kodrat bagi manusia yang merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas hidupnya mengenai pandangan hidup.
    2. // Mengerti, mengerti disini maksudnya mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri, karena dengan mengerti, ada kecenderungan mengikuti apa yang terdapat dalam pandangan hidup itu.
    3. // Menghayati, dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hidup itu sendiri. Dengan kata lain, menghayati ini ada sikap penerimaan dan hal lain merupakan langkah yang menentukan langkah selanjutnya.
    4. // Meyakini, dengan meyakini berarti secara langsung ada penerimaan yang ikhlas terhadap pandangan hidup itu. Adanya sikap menerima secara iklhas itulah maka ada kecenderungan untuk selalu berpedoman kepadanya.
    5. // Mengabdi, pengabdian merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh orang lain.
     Mengamankan, proses mengamankan ini merupakan yang terakhir. Tidak mungkin atau sedikit kemungkinan bila belum mendalami langkah sebelumnya lalu akan mengamankan ini

Disusun oleh:
Fredika Budi Romadhona
1IA08
52415778